Sherina :
Saudari Dari Negeri Seberang
Aku harus tetap berlari, aku mencoba
menoleh kebelakang. Namun aku tak melihat dua wanita iblis itu lagi. Langkahku kuhentikan,
dengan napas teregah-egah.” Aku percaya, Sherina akan kembali lagi. Aku akan
tetap pergi ke rumah saudariku itu!” ucapku. Tiba-tiba dua wanita iblis itu
muncul di depanku, dengan cepat aura kematian menghampiriku. Aku tak dapat
bergerak, badanku cepat lemas.” Kita bertemu lagi Sherina, aku piker kau sekuat
yang dulu!. Kali ini kupastikan kekasihmu sangat sedih atas kehilanganmu,
kematian itu tak sakit”ucap lenoza.” Ya, akan kami percepat kematianmu. Kau tak
usah khawatir…”ucap lenoxa.” Sudah kubilang aku bukan Sherina! Aku adalah Anita”ucapku
mencoba membela. Namun apa daya mereka adalah mata iblis yang dengan cepat
dapat membunuh siapa saja.
Perlahan-lahan tubuhku terambung ke
angkasa, aura kematian muali menyelimuti tubuhku. Cahaya rembulan tak lagi
kulihat, semuanya mulai terasa gelap. Napasku mulai menyempit, sesak rasanya. Aku
mulai tak sadarkan diri, di dalam diriku, aku melihat Sherina. Sherina menarik
tanganku keluar dari kegelapan dan aku terjatuh dari ambungan kegelapan itu.
Aku tak mendengar namun aku melihat
sekilas sebelum aku benar-benar menutup mataku kembali. Seseorang mencoba
melawan wanita iblis itu, mereka bertempur dengan kekuatannya.
***
Aku membuka mataku perlahan-lahan,
kulihat tak jauh dariku ada api unggun. Dalam hatiku mulai bertanya-tanya,”
Sherina? Apakah kau itu saudariku? Kupikir kau tak akan pernah menjemputku?”
ucapku. Namun tidak, itu bukan dia. Seorang wanita menuju kemari,” Aku bukan
Sherina? Aku Putri Lin, kau bisa panggil aku Lin saja. Aku menemukanmu saat aku
ingin di habisi oleh dua wanita iblis itu! Ini minumlah, ini bisa memulihkan
keadaanmu”ucap Lin.” Terima kasih telah menyelamatkanku, aku Anita” ucapku
sambil meminum air putih itu.” Hem…ngomong-ngomong kau ada masalah apa dengan
pangeran Richard itu?”tanyanya.” Ya dia pikir aku adalah Sherina, aku tak
sengaja ke luar batas wilayah Briand. Aku sungguh-sungguh, aku hanya ingin
pergi ke bukit Flower itu saja” ucapku.” Oh, begitu. Tujuan kita berbeda, mungkin
besok kita akan berpisah, jadi mungkin kau harus berhati-hati. Pangeran Richard
tidak akan menyerah begitu saja, aku yakin aka nada banyak utusan untuk
membunuhmu”ucapnya.” Ya terima kasih, aku akan berhati-hati”ucapku. Malam ini
aku merasa sangat beruntung, karena aku telah di selamat kan oleh Lin. Jika tidak,
nyawaku benar-benar akan melayang bebas selamanya.
***
Suara
burung berkicau merdu, udara yang sejuk. Hutan ini seperti telah mencoba
membangunkanku dari tidur nyeyak. Lin telah bangun lebih awal, dia telah
menyiapakanku makanan. Aku sangat berterima kasih kepadanya, namun yang keluar
dari mulutnya adalah kau memang seorang putri, Putri Sherina. Setalah ia
ucapkan itu, dia pergi kea rah timur. Ia menelusuri hutan ini. Aku mendengar
ucapan itu terdiam bisu, aku terpikir apakah ia tau sebenarnya.
Setelah sarapan aku pergi ke utara,
tak beberapa lama aku melihat air terjun yang sangat indah. Aku mulai mencuci
wajahku dengan air itu, namun aku melihat bayangan wajahku memang mirip dengan
Sherina.” Apakah itu kau saudariku, kupikir kau di kota adalah teman yang baik.
Ternyata kau adalah pemimpin di sini”ucapku.
bersambung....
No comments :
Post a Comment