Blooming Sparkly Red Rose

Lowongan kerja online, nyata!

Tuesday, April 25, 2017

FABEL

1.     Cerita Hewan Fabel : Dongeng Rusa dan Kura-Kura
Hiduplah seekor rusa pada zaman dahulu. Ia sangat sombong lagi pemarah. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain.
Pada suatu hari si rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. "Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?"
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si kura-kura.
Si rusa tiba-tiba marah mendengar jawaban si kura-kura. "Jangan berlagak engkau, hei kura- kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si kura-kura berusaha menjelaskan, namun si rusa tetap marah. Bahkan, si rusa mengancam akan menginjak tubuh si kura-kura. Si kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Description: Cerita Hewan Fabel Dongeng Rusa dan Kura-Kura
Si rusa sangat marah mendengar tantangan si kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. "Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!"
Si kura-kura tidak bersedia melakukannya. Katanya, "Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku."
Si rusa kian marah mendengar ucapan si kura- kura. Ia pun bersiap-siap untuk menendang. Ia berancang-ancang. Ketika dirasanya tepat, ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
Ketika si rusa mengayunkan kakinya, si kura-kura segera memasukkan kaki-kakinya ke dalam tempurungnya. Tendangan rusa hanya mengenai tempat kosong. Si rusa sangat marah mendapati tendangannya tidak mengena. Ia lantas menginjak tempurung si kura-kura dengan kuat. Akibatnya tubuh si kura-kura terbenam ke dalam tanah. Si Rusa menyangka si kura-kura telah mati. Ia pun meninggalkan si kura-kura.
Si kura-kura berusaha keras keluar dari tanah. Setelah seminggu berusaha, si kura-kura akhirnya berhasil keluar dari tanah. Ia lalu mencari si rusa. Ditemukannya si rusa setelah beberapa hari mencari. "Bersiaplah Rusa, kini giliranku untuk menendang."
Si rusa hanya memandang remeh kemampuan si kura-kura. "Kerahkan segenap kemampuanmu untuk menendang betisku. Ayo, jangan ragu-ragu!"
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si rusa putus. Seketika itu si rusa yang sombong itu pun mati.

Pesan Moral dari Cerita Hewan Fabel : Dongeng Rusa dan Kura-Kura adalah jangan sombong dan meremehkan kemampuan orang lain. kesombongan hanya akan mendatangkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari.

2.     Kumpulan Cerita Hewan Fabel : Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul
Suatu hari seekor keledai pergi mencari seekor anjing gunung ke sebuah gunung yang sangat tinggi, keledai itu sengaja mencari anjing gunung untuk berburu bersama di sebuah hutan yang cukup lebat dan tidak lama keledai itu menaiki gunung akhirnya dia menemukan seekor anjing gunung sedang berjalan. Kemudian anjing itu dia ajak untuk berburu bersama dan akhirnya anjing gunung itu menerima ajakan dari sang keledai, kini sang keledai dan anjing gunung pergi ke hutan lebat itu namun sebelum mereka memasuki hutan itu sang keledai menemui seekor mancan tutul yang sedang tiduran di sebuah pohon besar. Sang keledai kemudian mengajak macan tutul itu pergi berburu bersama dan macan tutul itupun menerima ajakan sang keledai.
Setelah sang keledai mengumpulkan teman berburunya yaitu Anjing gunung dan Macan Tutul kini mereka pergi bersama-sama memasuki hutan lebat untuk berburu bersama, mereka menangkap hewan-hewan dengan kerjasama yang baik hewan apapun bisa mereka tangkap dengan mudah mereka berburu mulai dari pagi hari sampai dengan sore hari. Mereka berhasil mengumpulkan hewan-hewan tangkapannya kemudian mereka bawa ke tempat terbuka dan mereka tumpuk hewan-hewan hasil buruan mereka. Hewan hasil buruan mereka terdiri dari seekor kelinci, kambing, rusa, kerbau, kijang dan uncal, kini waktunya mereka membagi-bgaikan hewan tangkapan mereka.
Description: Kumpulan Cerita Hewan Fabel Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul
Sang macan tutul menunjuk sang keledai untuk membagi hewan-hewan itu “Keledai silahkan kau bagi makanan-makanan itu” Perintah sang macan tutul lalu keledai itu menghitung dengan cermat hewan tangkapan itu, setelah sang keledai menghitung dia membagikan hewan-hewan itu secara adil dengan membagi tiga bagian yang sama banyak. Melihat pembagian itu sang macan tutul sangat marah kemudian dia menerkam sang keledai hingga keledai itu mati dan kini tumpukan makanan telah bertambah. Kemudian sang macan tutul menoleh ke arah anjing gunung “Sekarang kamu bagikan hewan-hewan itu”. Perintahnya dengan marah, kini sang anjing gunung mendekati makanan itu dia menumpukan kembali hewan-hewan yang telah dibagikan oleh sang kedelai menjadi tumpukan yang besar kemudian dia menggigit seekor kelinci di mulutnya untuk dirinya sendiri, itupun hanya seekor kelinci yang dagingnya sangat kecil dan tidak begitu berarti untuk sang macan tutul.
Macan tutul yang tadinya marah kini mulai reda dia melihat keputusan sang anjing gunung dengan tersenyum “Kau sangat pandai dalam mengambil sebuah keputusan wahai anjing gunung, kau membagikan makanan ini dengan sangat adil apakah kau mempelajarinya dari sang keledai?”. Tanya sang macan tutul “Ya aku belajar dari sang keledai” jawab anjing gunung itu sambil pergi dari hadapan sang macan tutul “aku juga tidak mau mengulangi nasib sama dengan keledai itu” celetuk sang anjing. Dalam hatinya anjing gunung sangat kecewa dengan keserakahan macan tutul, dia berjanji tidak akan bekerjasama dan membantu macan tutul di kemudian hari.

Pesan Moral dari Kumpulan Cerita Hewan Fabel : Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul adalah sifat serakah dan curang akan membuat orang lain menjauhi kita. Dan pada suatu saat kita butuh bantuan orang lain mereka tidak akan mau membantu.

Monday, March 27, 2017

AKTIVA PENYUSUTAN

AKTIVA PENYUSUTAN


A.    Pengertian aktiva/ harta perubahan serta pengertian penyusutan/ depresiasi

  1. Aktiva
Aktiva suatu perusahaan adalah segala sumber daya ekonomi yang berupa harta benda maupun hak yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Ditinjau dari unsur manfaatnya ada dua macam, yaitu sebagai berikut
a)      Aktiva lancar
Aktiva lancar ialah aktiva yang masa pakai/ manfaatnya tidak lebih dari satu tahun. Contoh aktiva lancar adalah: khas, piutang, persediaan, sewa dibayar dimuka, persekot, asuransi dan lain-lain.
b)      Aktiva tetap
Aktiva tetap adalah aktiva yang masa pakai/ manfaatnya tidak lebih dari satu tahun. Nama aktiva tetap ini diberikan karena aktiva tersebut cenderung permanen (tetap). Aktiva tetap dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
1)      Aktiva tetap terwujud
Contoh: tanah, gedung, mesin, peralatan, dan lain-lain.
2)      Aktiva tetap tak terwujud
Contoh: goodwill (nama baik), hak paten, hak cipta (copyright), merk dagang dan  lain-lain.
  1. Penyusutan (depresiasi).
Karena aktiva tetap digunakan untuk keperluan operasi perusahaan yang akan diambil manfaatnya untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tersebut, maka aktiva tersebut semakin lama akan semakin berkurang nilai manfaat ekonorninya. Oleh karena itu pada akhirnya perusahaan tersebut harus mengganti aktiva itu. Demi kelangsungan perusahaan tersebut. Proses perhitungannya dikaitkan dengan perolehannya dan dialokasikan pada biaya perusahaan di setiap periode, selama masa pakaidariaktiva tersebut. Froses pengalokasian secara berskala dari sebagian biaya perolehan suatu aktiva terhadap biaya perusahaan disebut penyusutan dan depresiasi.
Ditinjau dari segi manfaatnya semua aktiva tetap berwujud, mengalami proses penyusutan kecuali tanah. Sebab tanah ditinjau dari segi manfaatnya semakin lama tidak semakin berkurang melainkan akan semakin bertambah, demikian juga ditinjau dari segi ekonominya. Penyusutan (depresiasi) dapat disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor fisik dan faktor fungsional.
a.       Faktorfisik
Faktor fisik yang menyebabkan berkurangnya fungsi/manfaat dari suatu aktiva tetap adalah aus karena dipakai , aus karena umur dan kerusakan.
b.      Faktorfungsional
Faktor fungsional yang membatasi umur suatu aktiva tetap yang kaitannya dengan fungsi kebutuhan berproduksi, sehingga perlu digantiatau belum ada karena adanya kemajuan teknologi. Akibatnya aktiva tersebut tidak ekonomis, atau mungkin karena adanya perubahan permintaan terhadap barang/jasa yang diproduksi.
Faktor-faktor di atas sangat penting untuk menentukan lamanya (kegunaan) umur suatu aktiva yang dimanfaatkan. Selain faktor di atas dalam menentukan umur taksiran suatu aktiva harus melibatkan juga rencana reparasi dan pemeliharaan aktiva tersebut.
  1. Menghitung besarnya penyusutan
Menghitung besarnya penyusutan yang akan dicatat untuk masing-masing periode dapat digunakan beberapa metode. Dari setiap metode yang berbeda tentunya akan memperoleh hasil yang berbeda. Untuk menentukan jenis metode penyusutan yang akan dipakai suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut akan menganalisis, mencari informasi, dan atau mencoba dari berbagai alternatif metode yang ada untuk menyelaraskan nilai aktiva dengan nilai manfaatnya.
Faktor-faktoryang harus diperhitungkan untuk memenuhi besarnya penyusutan ada beberapa hal, yaitu sebagai berikut:
a.       Nilai perolehan (dinotasikan dengan A) yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan sampai suatu aktiva siap dioperasikan.
b.      Nilai sisa/residu (dinotasikan dengan S)yaitu nilai yang mungkin diperoleh dari suatu aktiva yang sudah habis masa pakainya.
c.       Umur manfaat (dinotasikan dengan n) yaitu jangka waktu yang diperkirakan suatu aktiva dapat digunakan.
Metode penyusutan yang banyak digunakan untuk mencatat alokasi dana perolehan suatu aktiva untuk tiap-tiap periode, ada beberapa metode yaitu:

a.      Metode garis lurus (persentase tetap dari harga beli)
Perhitungan dengan metode garis lurus didasarkan pada anggapan-anggapan berikut ini.
1)      Fungsi ekonomis dari suatu aktiva yang disusutkan akan menurun secara proporsional secara garis lurus dari tiap-tiap periode.
2)      Biaya reparasi maupun pemeliharaan tiap-tiap tahunnya dianggap sama.
3)      Berkurangnya nilai ekonomis dari secara aktiva disebabkan oleh masa (waktu). jadi, tidak dilihat dari dipakainya suatu aktiva.
4)      Penggunaan aktiva dari tiap-tiap periode tetap (mulai dari tahun pertama hingga tahun terakhir)
Akhirnya metode ini menganggap bahwa besarnya beban penyusutan setiap periode adalah sama. Metode ini sangat mudah dan praktis, walaupun bila kita kembalikan kepada manfaat dari suatu aktiva kurang tepat. Karena nilai manfaat dari suatu aktiva yang ditaksir selama 5 tahun, manfaat dari tahun kelima, tentu tidak sama dengan nilai manfaat pada tahun pertama.
Beban penyusutan dengan metode garis lurus (straight line method)adarah sebagai berikut: JikaAmenyatakan nilai perolehan, S meyatakan nilai residu, dan n menyatakan unsur manfaat, maka diperoleh:
Total penyusutan = A- S
Penyusutan setiap periode 
Beban penyusutan, bila disajikan dalam persen akan diperoleh:
Contoh soal
Sebuah mesin perontok padi dengan harga Rp. 400.000,00. Nilai sisa ditaksir bernilai Rp 400.000,00 dengan masa pakai selama 5 tahun. Dengan metode garis lurus, hitunglah:
a.       beban penyusutan setiap bulan!
b.      persentase penyusutan per bulan!
c.       Susunlah daftar pembukuan aktiva!
Jawab:
a)      Besar penyusutan setiap tahun:
D = 
Penyusutan per bulan =
b)      Persentase penyusutan

c)      Susunan daftar pembukuan aktiva
Tahun
Persentase penyusutan
Beban penyusutan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku akhir tahun
-
1
2
3
4
5
-
18%
18%
18%
18%
18%
-
18% x 400.000=72.000
18% x 400.000=72.000
18% x 400.000=72.000
18% x 400.000=72.000
18% x 400.000=72.000
-
72.000
144.000
216.000
288.000
360.000
400.000
400.000
256.000
184.000
112.000
40.000

B.     Metode persentase teiap dari nilai buku
Beban penyusutan dengan metode ini didapat dengan mengalihkan persentase penyusutan dengan nilai buku aktiva pada awal periode. Karena nilai buku suatu aktiva pada awal tahun selalu berkurang, maka besarnya beban penyusutan pun semakin kecil. Ditinjau dari segi manfaat suatu aktiva, metode ini lebih tepat mengingat bahwa hasil produktivitas suatu  aktiva semakin lama akan semakin berkurang, maka beban penyusutan pun harus semakin kecil. Besarnya penyusutan dengan metode persentase tetap dari nilai buku dihitung sebagai berikut:
Jika A menyatakan nilai perolehan n, menyatakan perkiraan umur manfaat, S menyatakan nilai sisa, dan r menyatakan persentase penyusutan, maka akan diperoleh:
Nilai buku penyusutan tahun ke-1 = A- rA = A (1 - r)
Nilai buku penyusutan tahun ke-2 =A( 1 -r)-r(A(1 -r)) = A (1 –r)
Padahal nilai buku pada n tahun = sisa (S), maka diperoleh:
Contoh soal
Diketahui A = 100.000, S = 10.000, dan n = 4 tahun
a.       Tentukan persentase penyusutan!
b.      Susunlah daftar pembukuan aktiva!
Jawab:
a.       Persentase penyusutan (r)
b.      Susunan daftar penyusutan aktiva
Tahun
Nilai buku akhir tahun
%
penyusutan
Beban penyusutan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku akhir tahun
0
1
2
3
-
100.000,00
56.200,00
17.750,43
-
43,8%
43,8%
43,8%
-
43.800,00
24.615,60
7.750,43
-
43.800,00
68.415,60
90.000,00
100.000,00
56.200,00
31.584,40
10.000,00

Penyusutan akhir dikurangi24,27 agar nilai sisa (residu) = Rp 10.000,00 Secara umum daftar penyusutan dengan metode persentase tetap dari nilai buku tersebut adalah sebagai berikut:

Daftar penyusutan dengan metode presentase dari nilai buku

Tahun
Nilai awal tahun
Persen
Bebas penyusutan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku penyusutan akhir tahun
-
1
2
3
4
.
.
.
n
-
A
A(1-p)
A(-p)2
A(1-p)3



A(1-p)n
-
p
p2
p
p



p
-
D = pA
D = pA (1-p)
D = pA (1-p)2
D = pA (1-p)3



Dn = pA(1-p)n-1
-
D1
D1-D2
D1+D2+D3
D1+D2+D3+D4



D1+D2+D3+…+Dn
A
S1=A(1-p)
S2=A(1-p)2
S3=A(1-p)3
S4=A(1-p)4



Sn=A(1-p)n

Keterangan:
A   = nominalaktiva
S    = nilai sisa
D   = depresiasi(penyusutan)
r     = tingkat persentase penyusutan (p%)    
Dengan melihat daftar penyusutan di atas, akan dengan mudah menentukan permasalahan beberapa seperti nilai awal/ akhir tahun, beban penyusutan pada suatu periode:

Contoh soal
Suatu aktiva seharga Rp 1.000.000,00 setelah 5 tahun diperkirakan mempunyai nilai sisa Rp 77.760,00. Apabila penyusutan tiap tahun merupakan persentase dari nilai bukunya, tentukan:
a.       Persentase penyusutan!
b.      Beban penyusutan tahun ke-4
c.       Nilai buku awal tahun ke-3!
d.      Daftarpenyusutan!
Jawab:
A = 1.000.000;      S=77.760;        n=5
a.       Persentase penyusutan (r)
b.      Beban penyusutan tahun ke-4 (D4)
Dn = p.A(1 –p)n-1
D4 = p.A(1-p)3 = 0,4 x 1.000.000 (1-0,4)= 400.000(0,6)= 400.000 x 0,216 = 86.400
c.       Nilai buku akhir tahun ke-3 (S3)
Sn = A(1-p)n
S3 = A(1-p)3
S3 = 1.000.000 (1- 0,4)3 = 1.000.000 (0,6)3 = 1.000.000 x 0,216 = 216.000
d.      Daftar penyusutan
Tahun
ke
Nilai buku awal tahun (Rp)
P%
Beban penyusutan (Rp)
Akumulasi penyusutan (Rp)
Nilai akhir penyusutan (Rp)
-
1
2
3
4
5
-
1.000.000,00
600.000,00
360.000,00
216.000,00
129.600,00
-
0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
-
4.00.000,00
240.000,00
144.000,00
86.000,00
51.840,00
-
400.000.00
640.000,00
784.000,00
870.000,00
922.240,00
1.000.000,00
600.000,00
360.000,00
216.000,00
129.600,00
77.760,00

Karena bentuk rumus penyusutan metode tetap dari nilai buku sangat matematis, maka menyebabkan adanya berbagai pernyataan yang sangat bersifat matematis. Seperti ditanyakan jumlah sisa, nilai aktiva, lama penyusutan dan lain-lain.

Contoh soal:
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp 5.000.000,00 dan tiap-tiap tahun dihapuskan menurut nilai bukunya sebesar 5%. Sedangkan nilai sisa mesin tersebut Rp 50.000,00.

Jawab:
Diketahui: A = 500.000;               r = 5% = 0,05;             S = 50.000
  1. Nilai buku pada tahun ke-5 adalah:
S5 = A(1 -r)5 = 500.000 (1 -0;05)5 = 500.000 (0,95)5 = 500.000 (0,77378094) = 386.890,47
  1. Nilai buku pada tahun ke-n = sisa
Jadi aktivitas tersebut dihapuskan dalam jangka waktu 44 tahun
  1. Nilai buku setelah penghapusan ke-44 adalah sebesar:
S44 = A(1 –r)n
= 500.000 (1- 0,05)44 = 500.000 (0,95)44 = 500.000 (0,10467395) = 52.336,98
Karena sisa yang dikehendaki pada akhir tahun ke-44 ada Rp 50.000,00 maka pada tahun ke45 masih terus disusutkan lagi sebesar Rp 52.336,98 - Rp 50.000,00 = Rp 2.336,98

C.    Metode satuan iarn kerja aktiva
Berkurangnya nilai suatu aktiva belum tentu disebabkan lamanya waktu suatu aktiva yang dimilikioleh suatu perusahaan, tetapi disebabkan lamanya aktiva tersebut digunakan atau dipakai untuk mendukung produktivitas suatu perusahaan. Sehingga dengan berpikir bahwa berkurangnya, nilai suatu aktiva disebabkan oleh masa pakainya. Maka besarnya penyusutan akan kurang tepat, bila dihitung dengan metode garis lurus maupun persentase tetap. Dengan demikian bila suatu aktiva yang digunakan semakin banyak, maka beban penyusutan juga akan bertambah besar. Metode yang lebih tepat untuk menghitung beban penyusutan dengan pola berpikir seperti di atas adalah metode satuan jam kerja (jam jasa) yang efektif. Rumus untuk menghitung besarnya penyusutan metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut:
 
 



Keterangan.
A   =          nilai perolehan
S    =          nilai residu (siswa)
n    =          jumlah jam kerja aktiva
r     =          penyusutan

Contoh soal
Suatu aktiva dibeli dengan harga Rp 5.000.000,00 aktiva tersebut diperkirakan dapat berproduksi selama 8.000 jam dengan rentangan sebagai berikut:
Tahun ke-1      = 2.000jam
Tahun ke-2      = 2.000jam
Tahun ke-3      = 1.500 jam
Tahun ke-4      = 1.500 jam
Tahun ke -5     = 1.000 jam
Setelah berproduksi selama 8.000 jam, aktiva tersebut masih dapat dijual dengan harga Rp. 200.000,00
a.       Hitunglah tingkat penyusutan!
b.      Buatlah daftar penyusutan dari aktiva!
Jawab:
a.       Tingkat penyusutan (r)
Jadi penyusutan setiap jam adalah Rp 600,00
b.      Daftar penyusutan aktiva
Tahun
Jam operasi
Penyusutan jam
Beban penyusutan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku akhir tahun
0
-
-
-
-
5.000.000
1
2.000
600
1.200.000
1.200.000
3.800.000
2
2.000
600
1.200.000
2.400.000
2.000.000
3
1.500
600
900.000
3.300.000
1.700.000
4
1.500
600
900.000
4.200.000
800.000
5
1.000
600
600.000
4.800.000
200.000

secara umum daftar penyusutan di atas dapat ditulis sebagai berikut:
Tahun
Jam kerja
Peny. Tiap jam kerja (Rp)
Beban peny. (Rp)
Akumulasi peny.(Rp)
Nilai buku akhir th (Rp)
0
-
-
-
-
A
1
h1
D
h1 x D
h1 . D
(A- h1) D
2
h2
D
h2 x D
(h1 + h2)D
A-(h1+h2)D
3
h3
D
h3 x D
h1 + h2+ h3) D
A-(h1+h2+h3)D
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
N
hn
D
hn x D
h1 + h2+…+ hn)D
A-(h1+h2+n)D


D.    Metode satuan hasil produksi
Metode ini hampir mirip dengan metode satuan kerja, tetapi dalam metode ini beban penyusutan tidak didasarkan lamanya (jam) suatu aktiva yang dimanfaatkan, namun beban penyusutannya dihitung berdasarkan produksiyang dihasilkan dari suatu aktiva. Sehingga beban penyusutan dengan metode satuan hasil produksi dapat dirumuskan sebagai berikut:
Contoh soal:
Sebuah mesin foto kopi dibeli dengan harga Rp 3.000.000,00 diperkirakan barang tersebut akan efektif selama 6 tahun kedepan dengan hasil prcduksi sebagai berikut:
Tahun
Jumlah produksi (eksemplar)
1
2
3
4
5
6
65.000
60.000
55.000
50.000
45.000
40.000

Setelah berproduksi seperti di atas, mesin tersebut bila dijual masih laku Rp 480.000,00
  1. Hitunglah tingkat penyusutan!
  2. Buatlah daftar penyusutan!
Jawab:
  1. Tingkat PenYusutan
Jadi, beban penyusutan setiap lembar foto kopi = Rp 8,00
  1. Daftar penyusutan
Tahun
Satuan produksi
Penyusutan/ tahun
Beban penyusutan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku akhir tahun
0
-
-
-
-
3.000.000
1
65.000
8
520.000
520.000
2.480.000
2
60.000
8
480.000
1.000.000
2.000.000
3
55.000
8
440.000
1.440.000
1.560.000
4
50.000
8
400.000
1.840.000
1.160.000
5
45.000
8
360.000
2.200.000
800.000
6
40.000
8
320.000
2.520.000
480.000


E.     Metode jumlah bilangan tahun umur aktiva
Untuk menentukan beban penyusutan dari suatu aktiva, metode ini menggunakan jumlah angka dari umur manfaat, sebagai penyebut dan pembilangnya diambil angka tahun manfaat dengan urutan dari belakang.
Misalnya penyusutan untuk 5 tahun, maka:
Pecahan beban penyusutan 
Pecahan beban penyusutan 
Pecahan beban penyusutan 
Pecahan beban penyusutan 
Pecahan beban penyusutan 
Dengan melihat besarnya pecahan sebagai beban penentuan penyusutan, maka juga bahwa beban penyusutan terlihat semakin lama semakin kecil. Secara umum, cara tersebut dapat dirumuskan:

Contoh soal:
1.      Suatu aktiva dengan nilai perolehan Rp 10.000.000,00 ditaksir dapat bermanfaat selama 15 tahun. setelah 15 tahun aktiva tersebut masih dapat di jual dengan harga Rp 10.000.000,00. Dengan metode jumlah bilangan tahun, tentukan besarnya penyusutan tahun ke-10!
Jawab:
A = 10.000.000;          n = 15;             S =1.000.000;              p=10
Penyusutan pada tahun ke-10 (r10) adalah:
Jadi besarnya penyusutan pada tahun ke-10 adalah Rp 450.000,00

2.      Sebuah aktiva dibeli dengan harga Rp 8.000.000,00. aktiva tersebut akan dapat dirnanfaatkan selama 5 tahun dengan nilai residu sebesar Rp 200.000,00.
a.       Hitunglah penyusutan tiap tahun!
b.      Buatlah daftar penyusutan dari aktiva!
Jawab:
a.       Tingkat penyusutan tiap tahun
Umur manfaat 5 tahun = 1 + 2 + 3 + 4+ 5 = 15. Pecahan penyusutan untuktiap-tiap tahun adalah:
b.      Daftar penyusutan:
Tahun
Tingkat penyusutan
Beban penyusutan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku akhir tahun
0

1

2

3

4

5
-
-
600.000

480.000

360.000
240.000

120.000
-
600.000

1.080.000

1.440.000
1.680.000

1.800.000


2.000.000
1.400.000

920.000

560.000
320.000

200.000


Secara umum daftar penyusutan dengan metode jumlah bilangan tahun ini dapat disajikan sebagaiberikut:


Tahun ke
Tingkat peny.
(Rp)
Total peny.
D = A-S
(Rp)
Beban penyusutan
(Rp)
Akumulasi penyusutan (Rp)
Nilai buku akhir tahun (Rp)
0

1


2


3


 n-1


n
-
 

-

D


D


D


D


D
-